Laporan Pendalaman Terapi Shalat Bahagia

Laporan Pendalaman Terapi Shalat Bahagia

Nama               : Husein Al-Fataah
Prodi               : Ilmu Komunikasi
NIM                : B95219101
Fakultas           : Dakwah dan Komunikasi

            Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB) adalah sebuah program yang diciptakan oleh Prof. Dr. Moh. Ali Aziz yang bertempatkan di Kun Yaquta di daerah Siwalankerto, Surabaya. PTSB ini diharapkan membawa kedahsyatan pengaruh shalat terhadap kehidupan Anda dengan membaca dan memahami tentang apa yang ada di dalam buku 60 Ment Terapi Shalat Bahagia dengan kalimat kuncinya: SUBHAN TURUT HADIR Di MASJID untuk AKSI SOSIAL. Sebagaimana testimoni dari Banglades, oleh Mhd. Ali, “The new and most interestting teaching of shalat. It really makes me and family happy.”.
            Alangkah baiknya untuk menambah minat, saya melampirkan biografi Prof. Ali Aziz agar pembaca merasa yakin dan mantep apabila ingin melakukan PTSB. Prof. Ali Aziz, M.Ag lahir pada tangga 9 Juni 1957 di Soko, Glagah, Lamongan, Jawa Timur, Indonesia. Beliau belajar selama lima tahun di pondok pesantren Ihyaul ‘Ulum Gresik, dan melanjutkan studi kuliah di Fakultas Dakwah IAIN yang sekarang berubah menjadin Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya dan lulus pada tahun 1982 sebagai sarjana muda dan tercepat yaitu berumur 21 tahun. Beliau juga pernah menjabat menjadi Dekan Fakultas Dakwah pada tahun 2004 dan saat ini menjadi Guru Besar Ilmu Dakwah di Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel. Pernah menjabat pula menjadi wakil ketua Majlis Ulama Indonesia cabang Jatim.
            Serta menjadi Ketua Dewan Pengawas Syari’ah Bank Jatim, Ketua APDI (Asosiasi Profesi Dakwah Indonesia) selama tahun 2009 hingga 2013 dan menjadi Konsultan Pendidikan di Yayasan Khadijah Surabaya. Terpilih sebanyak dua kali menjadi dosen teladan nasional pada tahun 2004 dan 2007. Beliau juga mengisi kajian Islam di beberapa majalah, dan juga menulis beberapa buku, antara lain: 60 Menit Terapi Shalat Bahagia (2012) sekaligus menjadi trainer di PTSB, selain itu ada, Sukses Belajar Melalui Terapi Shalat (2016), Bersiul di Tengah Badai (2015), Ilmu Dakwah (2004), Solusi Ibadah di Hongkong (2003), MTQ: Mengenal Tuntas al-Qur’an (2011), Teknik Khutbah Jum’at Komunikatif (2014), Public Speaking, Gaya dan Teknik Pidato Dakwah (2017), Doa-Doa Keluarga Bahagia (2013).
            Beliau berdakwah terhitung sejak tahun 1979 dan sejak tahun 2000 menjadi imam shalat teraweh atau penceramah Islam di Benua Afrika, Asia, Eropa dan Amerika: Mauritius, Malaysia, Brunei, Hongkong, Taiwan, Jepang, Iran, Bangladesh, Nepal, Inggris, Belanda, Amerika Serikat dan Kanada.
            PTSB memberikan bimbingan dan praktek shalat agar Anda memahami dan mengingatnya lebih kuat dan bisa memantapkan keyakinan akan kebesaran Allah, percaya diri, dan optimis akan penyelesaian semua masalah menuju hidup bahagia. Wajah penuh bahagia adalah cermin syukur kepada Allah, karena pribadi yang berbahagialah yang bisa maksimal dalam menjalankan sesuatu.
            Mengikuti PTSB ini sangat penting karena terkadang kurangnya bersyukur dan banyaknya mengeluh menjadikan kita terjerat dalam masalah, maka sesungguhnya Shalat inilah yang menjadikan kita juga bebas terjerat dari masalah, dan PTSB adalah program untuk memantapkan hal tersebut dengan melatih untuk mengokohkan (tawakal, tumakninah, dan qona’ah).
            Sebelum kita memulai tentang pelaksanaan PTSB, kita terlebih dahulu diberikan tugas yang dimana harus ditulis dengan sangat jujur yaitu:
1. Tulislah 10 orang yang paling berjasa dlm hidup anda.
2. Tulislah 5 orang yang  menjengkelkan/ menyakitkan anda.
3. Tulislah 10 dosa yang pernah anda lakukan.
4. Tulislah 30 nikmat terbesar yang anda rasakan ( sejak kecil hingga sekarang ).
5. Tulislah 10 masalah yang paling mengganggu/ menyedihkan dalam perjalanan hidup anda. ( ada yg bersifat rahasia ada yg tidak ).

            Atau hal ini bisa dibagi menjadi Daftar Anugrah dan Daftar Masalah dan Harapan yang dimana ini nantinya akan digunakan sebagai perenungan-perenungan atas apa-apa yang belum kita syukuri dan apa-apa yang menjadi masalah kita hingga semoga masalah ini nanti akan menjadi lebih lega setelah mengikuti PTSB dan juga Harapan yang dicita-citakan menjadi mudah untuk diraih oleh yang benar-benar menghayati. Perlu diketahui bahwa kata kunci yang akan dipaparkan sebaiknya diucapkan dalam hati agar tidak membatalkan shalat.
            Pada tahap yang pertama adalah kita melakukan gerakan seperti shalat biasa yaitu Takbiratul Ihram, kata kunci di sini adalah kita menggunakan kata “SUBHAN” yang berarti kepanjangan dari (Syukur, Bimbingan, Ketahanan Iman) kita mengucapkan segala sesuatu tentang syukur serte meminta bimbingan agar senantiasa berada pada jalan yang benar serta ketahanan iman agar selamat dari kesesatan yang menyebabkan murka Allah. Dan juga terdapat beberapa do’a tambahan jika ingin ditambahkan yaitu mengucap syukur berdasarkan nikmat yang telah kita tulis serta memohon bimbingan dan ketahanan iman untuk orang yang berjasa dalam hidup kita kepada Allah.
            Yang kedua adalah Ruku’ dengan kata kunci “TURUT” yang berarti (Tunduk dan Menurut” yang dimaknai Tunduk disini adalah kita mengaku berserah diri kepada Allah atas segala kondisi serta Menurut yang berarti sebagai mau dengan sekuat tenaga memenuhi perintah Allah dan memohon atas pengampunan dosa.
            Yang ketiga adalah I’tidal  dengan kata kunci “HADIR” yang dimaknai sebagai (Hak pujian dan Takdir, Hak pujian adalah memuji Allah dengan segala pujian dan memohon ampun apabila dalam hati ini terbesit rasa ingin dipuji manusia dan Takdir adalah mengucapkan dalam hati bahwa kita Ridha dan Ikhlas atas setiap takdir Allah yang diberikan kepada kita.
            Selanjutnya, yang keempat adalah Sujud dengan kata kunci “MASJID” yang memiliki arti sebagai (Maaf, Sinar, Jiwa dan raga) Maaf disini berarti memohon maaf atas kesalahan diri dan orang-orang terdekat, dan Sinar berarti memohon agar Allah senantiasa menyinai seluruh tubuh agar selalu berbuat yang Allah ridhai.
            Dan yang kelima adalah Duduk Antara Dua Sujud yang memiliki kata kunci “AKSI” yang dimana kita sangat-sangat memohon kepada Allah atas ampunan, kasih, sejahtera, dan iman. Hingga yang terakhir adalah Tasyahud yang memiliki kata kunci “SOSIAL” yang dimaknai sebagai (Sholawat, Persaksian, Tawakal) Sholawat adalah sebuah sholawat dan salam yang ditujukan kepada Nabi SAW serta permintaan kepada Allah agar mampu menirukan akhlaq Rasulullah. Serta ada persaksian bahwa kita ini meyakini Allah sebagai tuhan dan Muhammad adalah Rasul Allah dan permohonan agar syahadat ini hidup di hati kita hingga ajal menjemput. Terakhir adalah Tawakal yaitu kita menyerahkan hidup dan mati hanya kepada Allah dan segala sesuatupun kita serahkan kembali kepada Allah. Dan pada saat salam sembari kita menoleh ke kanan, alangkah baik apabila kita mendo’akan orang yang berada di kanan, begitupun sebaliknya untuk sebelah kiri.
            PTSB dapat menjadi obat yang sangat ampuh untuk mengobati penyakit dengan jenis apapun karena Sholat dengan baik dan benar sejatinya juga bisa menjadi terapi bagi tubuh atau sederajat dengan olahraga, untuk kebutuhan rohani sendiri, PTSB adalah terapi yang sangat menunjang dalam kegiatan mendekatkan diri kepada sang Pencipta, hal ini disampaikan pula oleh Bapak Dahlan Iskan yang mengatakan, “Inilah manajemen shalat yang detail dan menarik. Saya pasti merubah shalat saya, yaitu memperbanyak doa didalamnya daripada diluar sholat.” Maka PTSB ini sangat menghasilkan keuntungan apabila kita mengikutinya, apalagi jika dilakukan dengan serius.
            Agar menjadi lebih mantap lagi, akan saya paparkan beberapa testimoni- testimoni yang telah disampaikan oleh orang yang sudah merasakan manfaatnya, Seorang Ibu yang namanya disamarkan berasal dari Surabaya mengatakan, “Saya berhasil berhenti selingkuh dengan suami orang...” PTSB rupanya tidak hanya menjadi obat bagi yang memiliki masalah hidup dan mengharapkan cita-cita namun juga bisa menjadi sebuah muhasabah diri yang nantinya dapat membuat seseorang menjauhi segala perkara yang dilarang oleh Allah.
            Lalu ada seseorang dengan nama samaran BMI, yang berasal dari Taiwan yang mengatakan, “Saya lepas dari obat sakit kepala, yang saya konsumsi setiap hari.” PTSB nampaknya memberi dampak besar dan perubahan terhadap hidup seseorang karena dengan shalat secara baik dan benar itu akan menyelesaikan masalah serta berbagai problematika yang terjadi termasuk menyembuhkan penyakit yang telah, sedang, ataupun lama di derita. Sebagaimana ibu Sri Wahyuni yang berasal dari Sidoarjo mengatakan, “6 bulan sakit duduk dan jalan. Sekarang bisa tahiyat dan berjalan lancar.”
            Selain itu juga terdapat testimoni yang unik dari Ibu SRJ, yang bertempat tinggal di Sidoarjo, ia mengatakan, “Putriku bisa pisah dari pacarnya yang non-muslim” hal ini menyiratkan bahwa shalat dengan cara yang baik dan benar serta menerapkan apa yang diajarkan di PTSB yaitu dengan membaca dalam hati apa yang perlu disyukuri serta mengadukan kepada Allah apa yang sedang menjadi masalah, bisa menyelesaikan masalah yang sedang dialami orang lain, ibarat seorang anak yang berdoa agar masalah orang tuanya segera tuntas.
            Namun walaupun PTSB ini memiliki manfaat yang sangat dahsyat bagi setiap orang yang menghayati seiap apa-apa yang ada dalam bacaan shalat, namun alangkah baiknya apabila hal ini diterapkan apabila sedang shalat sendirian seperti Tahajjud, Dhuha, ataupun shalat yang memiliki waktu yang sangat panjang dan bukan shalat jama’ah dikarenakan waktu yang dibutuhkan akan menjadi sangat lama karena ini adalah agenda dalam berhubungan dengan Sang Pencipta hingga sampai kepada proses bermuhasahab diri. Banyak hal yang bisa diselesaikan dalam setelah mulai memperbaiki shalat seperti yang diajarkan di PTSB sebagaimana bahwa shalat itu benar-benar sesuatu yang menyelesaikan masalah, seperti apabila kita memohon dengan sangat pasrah dan bertawakal atas ujian yang diberikan kepada kita dengan bentuk Suami/Istri jarang shalat, insyaAllah akan terselesaikan.
            Atau anda semua sedang mengalami sebuah rasa sakit punggung atau sakit yang dimana itu menyusahkan aktivitas anda, terdapat testimoni dari Dr. Meralda S.S, yang berasal dari Surabaya yang mengatakan, “Tanganku sembuh dan bisa berbaju sendiri tanpa bantuan orang lain, setelah lima bulan sakit.”
            Problematika kerjapun bisa terselesaikan dengan shalat yang baik dan benar yang diajarkan pada PTSB seperti sukses dalam pekerjaan, sebagaimana testimoni dari Bapak A.K yang berasal dari Sidoarjo mengatakan, “Setelah menganggur, saya mendapat tawaran kerja diperusahaan asing.” Selain problematika kerja, shalat ternyata juga menjadi sumber munculnya ide-ide apabila kita memohon kepada Allah untuk membuka cakrawala berpikir, sebagaimana dari Nawabika Izzah Zaizafun, Pildacil ANTV 2011, yang mengatakan, “Bisa tulis cerpen panjang, setelah menirukan ibu praktek TSB.”

Komentar